“Rumpaka 31” Tiga Acara dalam Satu Rangkaian

DSC_0485 (2)
Rumpaka 31 merupakan salah satu kegiatan yang telah diselenggarakan oleh Lingkung Seni Sunda Universitas Padjadjaran (Lises Unpad). Rumpaka 31 memiliki arti “Ngarumat Kebudayaan Topeng jeung Pencak Silat” dimana angka 31 memiliki arti terdapat 3 rangkaian acara dalam 1 kegiatan. Acara yang diselengarakan yaitu Talkshow Ekspedisi Topeng, Pasanggiri Pencak Silat, dan Oratorium Palagan Bubat.
Talkshow Ekspedisi Topeng diselenggarakan pada tanggal 28 November 2014 dengan pembicara Toto Amsar yang merupakan salah seorang dosen di Sekolah Tinggi Seni Indonesia dan pemerhati Tari Topeng. Talkshow ekspedisi topeng ini membahas mengenai keberagaman tari topeng di Jawa Barat dan menyajikan hasil dokumentasi budaya yang telah dilaksanakan pada 15 – 28 Juli 2013 oleh anggota Lises Unpad. Sebanyak 3 tim yang tersebar di 3 wilayah, yaitu bekasi,sumedang,dan cirebon mengeksplorasi kesenian tari topeng pada masing-masing daerah selama 2 minggu. Hasil yang ditampilkan pada talkshow berupa penampilan tari secara langsung dan pemutaran video selama ekspedisi.
Rangkaian acara berikutnya yaitu pasanggiri pencak silat tingkat SD dan SMP se-Bandung Raya yang diselenggarakan pada tanggal 30 November 2014. Tahun ini Lises Unpad bekerjasama dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia Kota Bandung. Sebanyak 80 peserta tampil dengan sangat baik dan memberikan konsep pencak silat yang beragam dan menarik.
Setelah pasanggiri pencak silat usai, acara puncak yang masih diselenggarakan pada 30 November 2013 dimulai. Pukul 19.00 penonton yang sudah mengantri di luar lapangan basket Bale Santika Unpad diperbolehkan untuk masuk. Kali ini Lises Unpad meyajikan sebuah Sendratari Pagelaran Kolosal mengenai Palagan BUbat yang disutradarai langsung oleh Dalang Apep A.S. Hudaya. Semua pemain teater dan pemain gamelan merupakan anggota Lises Unpad. Penampilan yang disuguhkan sangat menarik, tak sedikit penonton yang merasa puas setelah acara selesai. Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus terlaksana, agar kebudayaan Sunda yang telah ada tidak terlupakan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Kantunkeun Balesan

Surél anjeun moal diuar-uar. Eusianeun anu wajib ditawisan ku *