BERKOMITMEN MELESTARIKAN BUDAYA SUNDA, LISES UNPAD MENYELENGGARAKAN ‘EVALUASI LATIHAN RUTIN LISES UNPAD 2016’

1474341651605-1

Dalam rangka menjaga eksistensinya sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa unggulan di Universitas Padjadjaran, Lingkung Seni Sunda Universitas Padjadjaran (Lises Unpad) menyelenggarakan sebuah program bertajuk Evaluasi Latihan Rutin Lises Unpad 2016, Sabtu, 17 September 2016 di Auditorium Bale Santika Kampus Unpad Jatinangor. Seperti namanya, program tersebut merupakan suatu ajang unjuk pangabisa (unjuk kebolehan) dari peserta Latihan Rutin yang diawali sejak bulan Maret hingga hari-H kegiatan puncak. Adapun peserta latihan yang berhak mengikuti evaluasi adalah anggota Lises Unpad di tiga angkatan termuda: Wisnuwarman, Purnawarman, dan Indrawarman. Jumlah peserta tercatat sebanyak 93 orang dibagi menjadi 72 orang penari dan 21 orang pemusik (nayaga).

Program yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali ini juga merupakan perwujudan dari tujuan Lises Unpad yang tertuang dalam AD/ART yang berbunyi bahwa Lises Unpad bertujuan untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan budaya Sunda. Latihan Rutin dan Evaluasi Latihan Rutin merupakan satu paket program yang merujuk kepada tujuan Lises Unpad yang kedua yakni melestarikan budaya Sunda. Sebagai gambaran, Evaluasi Latihan Rutin Lises Unpad tahun ini di setting persis seperti kegiatan Resital Kesenian di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI Bandung) dengan dibantu oleh Kang Ajey (Dana Komara), Kang Agus Kandiawan, dan Kang Yuli Sunarya sebagai Girang Pangajen (Dewan Juri). Hanya saja, rangkaian acaranya dikemas lebih fleksibel dan segar sehingga penonton tidak menyadari bahwa program ini merupakan suatu ujian hasil latihan.Penampilan dari tim Rampak Kendang Lises Unpad semakinmemeriahkan acara ini.

Acara dimulai pada pukul 16:00 WIB dan dibuka langsung oleh sambutan dari Ketua Pelaksana Echis Nurfauziah (Fapet 2013) dan Ketua Umum Lises Unpad Widi Nugraha (FPIK 2012). Acara dilanjutkan dengan sajian Karawitan Gending pada sesi I dan Tari Tradisional di sesi II. Hal itu membuat acara ini diapresiasi langsung dan positif oleh Pendamping Lises Unpad Kang Gilang Nur Alam dan pejabat rektorat lainnya. Penonton yang mayoritas orang tua peserta pun turut memberikan apresiasi positif dan mengucapkan terima kasih kepada panitia/Lises Unpad karena bisa menyaksikan putra/putrinyasecara langsung menyajikan kesenian Sunda baik karawitan maupun tari tradisional.

Padahal, tidak semua peserta memiliki dasar berkesenian sebelumnya. Peserta pun berasal dari berbagai daerah. Selain dari Jawa Barat, peserta pun ada juga yang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, bahkan Medan dan Kalimantan. Akan tetapi, program ini mampu dan berhasil meningkatkan motivasi mahasiswa Universitas Padjadjaran walau berbeda latar belakang budaya untuk satu tujuan yaitu melestarikan budaya Sunda.

Rilis oleh : Lises Unpad