Dokbud Lises Unpad : Tari Topeng Benjang, Ujung Berung

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lingkung Seni Sunda (Lises) Unpad kembali melaksanakan penelitian dan pengembangan budaya Sunda. Pada kesempatan kali ini, Lises Unpad melakukan dokumentasi budaya Topeng Benjang di daerah Ujung Berung, Bandung. Dokumentasi dilakukan selama beberapa hari untuk memenuhi data, dimulai pada tanggal 29 Oktober kemudian dilanjutkan pada tanggal 3-4 Desember 2016.
Benjang merupakan seni tradisi yang berasal dari tatar sunda terdiri dari Benjang Helaran, Benjang Topeng, dan Benjang Gulat. Pada awalnya seni benjang dimulai dari benjang gulat, kemudian diadakan benjang helaran dengan tujuan untuk memberi informasi kepada masyarakat bahwa akan dilaksanakan benjang gulat. Namun, karena terdapat kekosongan waktu antara benjang helaran dengan benjang gulat sehingga di isi oleh Topeng Benjang.
Topeng Benjang terdiri dari 4 karakter, yaitu Putri, Emban (menyon), Satria, dan Rahwana. Karakter pada topeng ini mewakili setiap sifat dari manusia, seperti Putri yang memiliki sifat baik hati, Emban yang memiliki karakter lucu dan dapat menghibur, Satria yang memiliki karakter gagah berani, dan Rahwana yang memiliki sifat antagonis. Pada awalnya topeng benjang dimainkan oleh laki-laki dan semua karakter dimainkan oleh orang tersebut. Seiring berjalannya waktu, topeng benjang dapat dibawakan oleh perempuan dan saat ini keempat karakter topeng benjang pun dapat dibawakan oleh orang yang berbeda-beda dengan masing-masing karakter, tetapi masih ada yang membawakan 4 karkater langsung oleh satu orang.
Penampilan benjang yang dibawakan oleh satu orang akan mengenakan kostum dengankarakter ditumpuk, aksesoris di kepala tidak menggunakan sanggul hanya ditutup oleh kain agar mempermudah dalam pergantian karakter. Apabila dibawakan oleh orang yang berbeda, warna kostum lebih diperhatikan seperti Putri menggunakan kostum putih, Emban dengan warna merah, Satria lebih dominan dengan warna hijau, dan Rahwana menggunakan warna merah disesuaikan dengan karakter masing-masing. Pergeseran juga terjadi pada durasi tarian, pada jaman dulu tarian topeng benjang ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Pergantian setiap karakter topeng benjang berdurasi 25 menit sekali. Saat ini topeng benjang pada setiap karakternya memiliki durasi kurang lebih 3-4 menit per karakter.
Topeng Benjang memiliki ciri khas yaitu dalam gerakannya terdapat senggolan, angin-angin, dan ada yang disebut dengan mincid benjang. Pada karakter Satria dan Rahwana terdapat gerakan pencak silat yang dimaksudkan untuk memberitahu bahwa setelah topeng benjang terdapat benjang gulat. Pada karakter Emban pun terdapat gerakan pencak silat, namun dibuat main-main karena karakter dari Emban sendiri memang untuk menghibur. Ciri khas lain dari tari topeng benjang adalah tangan yang selalu mengepal hampir disetiap gerakan tarinya, bentuk kepalan tangan dalam tari topeng benjang merupakan wujud kekuatan atau keperkasaan seorang laki-laki.