Pedas edisi 2 – Persiapan Dokumentasi Budaya dan Teknik Fotografi

PEDAS! Edisi dua ini dilaksanakan pada Rabu (22/4) malam lalu, ruangan latihan Lises Unpad kembali dipenuhi anggota Lises Unpad dari berbagai entragan yang sedang berminat mengikuti Pelatihan Dasar (PEDAS!) dari divisi Litbang ini. Dalam PEDAS! Edisi dua ini, materi yang diberikan kepada para anggota Lises yang hadir adalah persiapan dokumentasi budaya dan teknik fotografi. Pemateri yang dihadirkan kali ini adalah dua pembicara kece yang sudah berpengalaman dalam bidang dokumentasi budaya dan fotografi.

Berbeda dengan PEDAS! Edisi 1 yang didominasi oleh entragan baru, PEDAS! Kali ini didominasi oleh entragan Wisnuwarman, sisanya adalah entraganPurnawarman, Dharmayawarman, dan Jayasingawarman yang tertarik dengan kegiatan dokumentasi budaya.Meskipun jumlah peserta PEDAS! 2 tidak sebanyak sebekumnya yaitu sebanyak 32 orang anggota Lises Unpad, namun PEDAS! 2 ini tetap meriah dan berjalan dengan lebih kondusif. PEDAS! 2 Dimulai pukul 19.00, setelah anggota Lises Unpad selesai shalat Maghrib dan Latihan Rutin.

Pada PEDAS! Edisi 2 ini, para peserta diberikan tips-tips perispan untuk dokumentasi budaya dari apa saja perlengkapan yang harus dibawa, materi apa saja yang harus didokumentasikan, wilayah mana saja yang strategis untuk fotografi, sasaran narasumber, hingga pada teknik fotografi.Selanjutnya, para peserta diberikan tips-tips memotret dengan kamera SLR dengan diperlihatkan langsung caranya oleh para pembicara. Para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai f number, bukaan lensa, dan istulah-istilah lainnya dalam fotografi.

Menurut salah satu pembicara, pelatihan yang lebih khusus dan terfokus mengenai fotografi sebaiknya diagendakan, terutama bagi anggota Lises yang tertarik dengan dunia fotografi dan dokumentasi budaya. Dengan demikian hasil-hasil dokumentasi Budaya bagi Lises Unpad kualitasnya akan meningkat dan dapat lebih dipahami oleh generasi-generasi selanjutnya.

PEDAS! Atau Pelatihan Dasar sendiri merupakan salah satu program kerja dari divisi Litbang Lises Unpad periode 2015. PEDAS! Merupakan salah satu upaya dari Divisi Litbang untuk meningkatkan kemampuan anggota Lises Unpad untuk mengikuti dokumentasi budaya dengan memberikan bekal materi-materi yang dibutuhkan untuk melakukan dokumentasi budaya. Materi yang akan diberikan selama satu tahun ini adalah gambaran tentang dokbud, teknik wawancara, teknik fotografi, teknik videografi, serta cara penulisan artikel. Peserta yang mengikuti minimal tiga pelatihan dasar, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan dokumentasi budaya bersama divisi Litbang pada bulan September dan Oktober.

Dengan adanya Pelatihan Dasar ini, divisi Litbang Lises Unpad berharap anggota Lises Unpad memiliki kemampuan yang baik dalam mendokumentasikan budaya sehingga kualitas hasil dokumentasi budaya menjadi lebih baik dan memberikan manfaat bagi semua orang baik anggota Lises Unpad atau pihak eksternal yang membutuhkan informasi mengenai budaya Sunda.

IMG_0438

PEDAS! Edisi 1, Pengenalan Litbang, Dokumentasi Budaya, dan Teknik Wawancara

IMG_0435

Pada Hari Jumat (20/3) malam lalu, ruangan latihan Lises Unpad dipenuhi anggota Lises Unpad dari berbagai entragan (angkatan) yang sedang mengikuti Pelatihan Dasar (PEDAS!) dari divisi Litbang. Dalam PEDAS! Edisi satu ini, anggota Lises yang hadir disuguhkan materi-materi dasar yang berkaitan dengan dokumentasi budaya yaitu pengenalan Litbang, dokumentasi budaya, dan teknik wawancara. Semua materi tersebut disampaikan oleh alumni dari divisi Litbang Lises Unpad sendiri yaitu Edward Raynando, Dudin Zaenudin, dan Raden Rhea .

Kebanyakan anggota yang hadir merupakan anggota dari entragan paling muda yaitu Purnawarman, dan sisanya adalah entragan Wisnuwarman, Dharmayawarman, dan Jayasingawarman yang tertarik dengan kegiatan dokumentasi budaya. Secara total, tak kurang dari 64 anggota Lises Unpad hadir dalam PEDAS! 1 ini. PEDAS! Dimulai pukul 18.30, setelah anggota Lises Unpad selesai melaksanakan shalat Maghrib dan Latihan Rutin.

Pada PEDAS! Edisi 1 ini, para peserta diajak untuk memasuki dunia dokumentasi budaya serta diberikan informasi mengenai proses dokumentasi budaya dari persiapan hingga pembuatan output melalui sharing pengalaman dari para pembicara. Pada akhir acara, para peserta diminta membuat daftar pertanyaan untuk mewawancarai narasumber dari tempat pelestarian karinding, salah satu alat musik asli Jawa Barat. Pertanyaan-pertanyaan ini selanjutnya dibahas oleh pembicara dan kemudian disimpan oleh divisi Litbang Lises Unpad untuk dijadikan bahan pertanyaan bagi Dokumentasi Budaya Karinding yang rencananya akan dilaksanakan sekitar bulan September atau Oktober tahun ini.

PEDAS! Atau Pelatihan Dasar sendiri merupakan salah satu program kerja dari divisi Litbang Lises Unpad periode 2015. PEDAS! Merupakan salah satu upaya dari Divisi Litbang untuk meningkatkan kemampuan anggota Lises Unpad untuk mengikuti dokumentasi budaya dengan memberikan bekal materi-materi yang dibutuhkan untuk melakukan dokumentasi budaya. Materi yang akan diberikan selama satu tahun ini adalah gambaran tentang dokbud, teknik wawancara, teknik fotografi, teknik videografi, serta cara penulisan artikel. Peserta yang mengikuti minimal tiga pelatihan dasar, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan dokumentasi budaya bersama divisi Litbang pada bulan September dan Oktober.

Dengan adanya Pelatihan Dasar ini, divisi Litbang Lises Unpad berharap anggota Lises Unpad memiliki kemampuan yang baik dalam mendokumentasikan budaya sehingga kualitas hasil dokumentasi budaya menjadi lebih baik dan memberikan manfaat bagi semua orang baik anggota Lises Unpad atau pihak eksternal yang membutuhkan informasi mengenai budaya Sunda. (Abil/Wisnuwarman)

IMG_20150328_135458

PEPERENIAN SUNDA

Bahasa Sunda itu sungguh kaya. Kata-kata dalam Bahasa Sunda banyak yang tidak bisa digambarkan oleh bahasa lain. Sinonim katanya pun sangat beragam.

Tahukah kamu, dalam Bahasa Sunda, ada lebih dari tujuh kata untuk menunjukkan cara berjalan Urang Sunda? Ada nolog, noyod, niliktik, ngadaligdeug, méngpéos, ngagéboy, ngagégag, dan masih banyak lagi.Belum lagi kata pengantarnya yang amat banyak.

Kata pengantar atau kecap panganteur adalah kelompok kata yang bertugas mengantarkan kata kerja.Seperti berebet lumpat, dug saré, am dahar, barakatak seuri, jug indit, dan masih banyak lagi. Walaupun masih bisa berdiri dengan satu kata kerja saja, Urang Sunda begitu ekspresif menunjukkan maksud yang ingin ia sampaikan sampai menambahkan kata pengantar.

Semua istilah-istilah Bahasa Sunda yang begitu banyak itu bisa kamu cari tahu lebih lanjut dalam buku Peperenian Urang Sunda, karya lima tokoh penulis buku berbahasa Sunda yaitu Rachmat Taufiq Hidayat, Dingding Haérudin, Téddy Muhtadin, Darpan, dan Ali Sastramidjaja. Lebih dari 190 kata pengantar bisa kamu baca dalam buku ini.

Bukan hanya kata pengantar dan istilah-istilah Sunda, kamu juga bisa memperkaya wawasan dengan mengetahui berbagai jenis permainan anak-anak Sunda.Begitu juga dengan jenis-jenis penyakit, binatang, waktu, tumbuhan, bilangan dan segala hal lain dalam Bahasa Sunda.Buku keluaran penerbit Kiblat ini bisa kamu temukan di Pabukon Lises Unpad dengan nomor kode E-038.

“Lises Ngariung” , Milangkala Lises ka – 33

mil1Pemotongan tumpeng oleh pupuhu Lises Unpad 2014-2015 (21/8)

 

mil3

Sebagian wadya balad Lises yang datang ke acara Milangkala Lises ke-33 (21/8)

Lingkung Seni Sunda Universitas Padjadjaran (Lises Unpad) merayakan hari jadi dengan mengadakan acara “Milangkala Lises 33 – Lises Ngariung” pada Sabtu (21/2). Lises Unpad mengundang seluruh wadya balad, sebutan untuk anggota Lises Unpad dan para alumni, untuk memeriahkan hari jadi yang sebenarnya jatuh pada Jumat (20/2). Acara juga terbuka bagi anggota unit lain yang berada di sekitar lokasi acara, yaitu di komplek Unit Kegiatan Mahasiswa wilayah barat.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-quran. Walau baru dimulai, suasana sudah terasa hangat. Para undangan menikmati sekoteng sembari mendengarkan sambutan dari ketua pelaksana acara Budin (Fakultas Peternakan 2013), pupuhu atau ketua umum Lises Unpad 2014-2015 Siti Hajar Riyanti (Fakultas Pertanian 2012), perwakilan Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unpad Aceng Abdullah dan perwakilan alumni Lises Duddy R. S.
“Lises itu UKM pertama yang berdiri di Unpad. Harapan saya Lises leuwih nanjeur dengan adanya karya berupa buku yang berisi hasil kegiatan dokumentasi budaya”, tutur Kang Aceng dalam sambutannya
Lises memang memiliki kegiatan rutin dalam pendokumentasian budaya. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan divisi penelitian dan pengembangan dalam struktur kepengurusan Lises Unpad. Ekspedisi Topeng Jawa Barat, merupakan salah satu contoh kegiatan pendokumentasian budaya yang sempat diadakan oleh Lises. Selain itu, upacara adat nyangku, seren taun, dan hajat laut juga merupakan kegiatan-kegiatan budaya yang sempat dijadikan objek dokumentasi budaya oleh Lises Unpad.
Acara dilanjutkan dengan potong tumpeng yang diberikan oleh pupuhu Lises kepada perwakilan LPKA dan perwakilan alumni. Suasana semakin ramai dengan adanya sesi tukar kado. Rangkaian dihentikan sejenak untuk beribadah shalat magrib. Setelah itu para undangan dipersilahkan untuk menyantap hidangan yang telah disediakan.
Acara kembali dimeriahkan oleh beberapa penampilan perwakilan anggota Lises yang membawakan beberapa lagu pop dan lagu daerah, unit SPDC (Sadaluhung Padjadjaran Drum Corps) membawakan aransemen beberapa lagu klasik dan masa kini dengan alat musik drumband mereka, dan para alumni yang tergabung dalam band Gamus membawakan beberapa lagu yang diiringi alunan musik kontemporer.
Selain bertujuan untuk merayakan hari jadi Lises Unpad yang ke-33, “Milangkala Lises 33” yang bertema ‘ngariung’ juga diharapkan dapat menjadi salah satu ajang berkumpul dan mengakrabkan kembali seluruh alumni dan anggota Lises, dari angkatan pertama hingga angkatan termuda.
“Sae, acarana sae. Ini reuni terbaik yang pernah saya lihat selama di Lises.” , puji Sony, salah satu alumni Lises yang saat ini melanjutkan kuliahnya di STIEPAR Bandung.
Acara ditutup dengan penampilan dari beberapa alumni Lises terbilang sukses dalam bermusik, seperti penyanyi pop Sunda Teh Inonk serta pemilik sanggar ‘Jay Angklung’ Kang Ajey. Acara pun berakhir seiring dengan pesta kembang api yang ditembakkan ke langit.
“Alhamdulillah acara berjalan lancar dan sukses. Alumni dan angota Lises bisa ngariung disini sesuai dengan tujuan awal dilaksanakannya acara ini ” ungkap Budin, selaku ketua pelaksana acara.

21047

OPEN RECRUITMENT LISES UNPAD : BALE RANCAGE XXXII

TATA CARA PENDAFTARAN :

1. Lengkapi formulir pendaftaran yang dapat di unduh di http://bit.ly/1Ahoers atau melalui desktop di https://www.mediafire.com/?77x5tmz5olon3sy

2. Pengisian formulir dapat dilakukan dengan diketik atau tulis tangan

3. Tempelkan pas foto 3×4 ditempat yang telah disediakan

4. Masukkan formulir yang telah dilengkapi ke dalam map berwarna merah

5. Serahkan formulir yang telah dilengkapi kepada Panitia Bale Rancage XXXII di Stand Lises di Gerbang Lama Unpad atau Sekretariat Lises Unpad di Komplek UKM Barat. ( Pengembalian formulir dilaksanakan pada tanggal 23 – 27 Februari 2015 pukul 11.00 s/d 16.00 WIB )

6. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 10.000,-

7. Setelah melalui tahap diatas, peserta akan mendapatkan KIT dari panitia

*formulir dapat diunduh sampai batas akhir pengembalian formulir pada tanggal 27 Februari 2015