Oga Wilantara, pegiat seni Sunda yang merupakan anggota Lingkung Seni Sunda Universitas Padjadjaran memunculkan tarian segar di dunia tari tradisional Jawa Barat sekitar tahun 90-an, yakni Ronggeng Panggung. Tarian ini menggambarkan tari pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang ditampilkan secara berpasangan dan bertujuan sebagai hiburan. Gerakan-gerakan dalam tari ronggeng panggung ini diambil dari unsur tari ketuk tilu, jaipongan, dan pencak silat.
Untuk laki-laki biasanya menggunakan kostum di antaranya pangsi, iket, beubeur, serta golok sebagai tambahan properti. Untuk perempuan biasanya menggunakan kebaya, sinjang selutut, beubeur, sampul, serta aksesoris lain seperti bunga yang biasa ditaruh di kepala.